Ahad, 13 Julai 2014

Sitibrit

"Hidup itu bersifat baru dilengkapi pancaindera sebagai barang pinjaman bila diminta pemiliknya kembali menjadi tanah dan membusuk hancur dan bersifat najis karena sifatnya itu. Pancaindera tak dapat dipakai sebagai pedoman. Budi, pikiran, angan-angan, kesadaran satu wujud dengan akal bisa menjadi gila, sedih, bingung lupa tidur dan sering tak jujur ajak dengki terhadap sesama untuk kebahagiaan sendiri timbulkan jahat dan sombong ke lembah nista nodai nama dan citra. Manusia yang hakiki adalah wujud hak, kemandirian dan kodrat berdiri dengan sendirinya sukma menjelma sebagai hamba-hamba menjelma pada sukma napas sirna menuju ketiadaan badan kembali sebagai tanah" - Syekh Siti Jenar

Tiada ulasan: